Kamis, 22 Maret 2012

Dada nyesek....
pengen cerita tapi ga da kata2 yang bisa tersusun....
what should I do....
ehm....aku copas ini be, biar bs jd catetanku, cekidot...

Mau Memikat Cowok, Pakai Trik Ini!

Ghiboo.com - Pria ganteng memang banyak mencuri perhatian kaum hawa. Akan tetapi, bukan hal yang tidak mungkin untuk mendapatkan perhatian dari cowok ganteng. Bagi cewek-cewek yang sedang cari cowok, silakan baca trik-trik manjur untuk memikat cowok ganteng berikut ini:

Jadi diri sendiri

Cowok suka cewek yang apa adanya. Dengan menjadi diri sendiri, cowok akan lebih mudah mengenali kepribadian kalian.

Jujur

Kejujuran adalah dasar dari sebuah hubungan. Sebelum memulai hubungan yang lebih jauh, alangkah lebih baik jika kalian saling terbuka dengan cowok yang akan menjadi pasangan kalian.

Lucu

Berilah cowok kesan nyaman ketika berada di dekat kalian. Cowok terkenal santai dan humoris. Mereka akan memilih cewek yang lucu daripada cewek yang terlalu serius dan kaku. Jadi, jangan malu untuk tertawa lepas dan bersikap sedikit konyol.

Tidak ribet

Salah satu keinginan cewek adalah selalu terlihat cantik dan menarik. Cowok memang tergila-gila dengan cewek cantik, namun bukan berarti kalian harus berdandan setiap detik. Cowok tidak suka hal yang ribet, apalagi jika harus menghadapi cewek yang selalu mengecek dandanan setiap menit.

Menarik

Menarik tak hanya mencakup penampillan tetapi juga kepribadian. Dalam hal ini, cewek dituntut untuk tidak membosankan. Senyum menjadi faktor utama untuk terlihat lebih menarik. Tutur kata yang sopan juga mempengaruhi penilaian cowok terhadap kalian.

Pintar

Pintar bukan berarti harus jago matematika atau fisika. Seorang cewek dikatakan pintar jika ia mampu mengimbangi pembicaraan si cowok. Jadi, kalian sebaiknya rela mengorbankan sedikit waktu untuk membaca atau mengorek informasi yang berkaitan dengan hobi si cowok. Tak ada ruginya karena ini juga akan menambah wawasan kalian.

So, girls apakah kriteria diatas sudah ada pada diri kalian

Senin, 06 Februari 2012

Ehm...start write again....kata orang biar tajam tuch pisau, jiiaahh.........
Waktu itu berangkat dr Djogdja, stlh dpt kabar SK CPNS mo turun, bersama sahabat sekampus wkt di UGM, dr Banyuasin, Devi Eryanti.....huft...menges, banyak penjelasan.....
Perjalanan kali ini lebih keren, dikit sech...naik bus Eksekutif Ramayana Jogja-Palembang....daripada perjalanan pembuka, dgn Damri kelas bisnis (kubilang bisnis krn disitu penumpang banyakan pebisnis ayam, palawija, beras, etc dan rame bgt, kyk pasar Beringharjo kl lagi liburan hehehehehehe.....)
Nyampe di Palembang jd manusia"penumpang" di rumah teman sekampus D3, dan biasa kupanggil mamah Ifa. Alhamdulillah beliau sangat senang kutemani, mengingat misua kerja di luar kota (kata org jawa ; tumbu ketemu tutup, cucok dech....). Sekalian juga menemaninya menanti kelahiran anak keduanya......

Ehm, ada cerita seru saat kelahiran anak kedua mamah Ifa niy. Waktu itu, bidan sdh memvonis tu bayi hrsnya lahir, tp pd hari yang di perkirakan tsb, tu bayi msh adem ayem ajah di dalam........... Betapa panik tu mamah Ifa, jd hari2nya digunakan dgn meningkatkan aktivitas, termasuk berjalan ke minimarket yg lumayan jauh dech....Tp berhasil jg loh, waktu itu hbs magrib sdh mulai ada kontraksi. Karena misua belum jg nyampe dr luar kota, diputuskan ke bidan deket rumah. Percaya ga, dia msh bertahan bonceng motor denganku, ehm.....Alhamdulillah, ga papa n nyampe jg di tempat prkatek tu bidan.Stlh ditunggu beberapa saat, dipastikan ada indikasi kelainan yg laen, akhirnya dirujuk ke klinik terdekat. Ehm, rada panik jg waktu itu, ada mobil tp ga da yg bisa nyetir ckckckckckck.....Tp pertolongan tuch selalu ada yach, si bidan menawarkan suaminya, yg notabene sopr truk antar kota. Okey, disetujuinya dengan perjanjian mobil mamah Ifa yg dipake. Dengan ditemani oleh adik ipar dan saya, meluncurlah ke klinik rujukan. Ehm,. emang dasar sopir truk ye....jalan halus dan bergelombang adl sama saja dirasakannya, dak teringat lg dia membawa penumpang bumil yg mo nglairin....lubang di tengah jalan di hajarnya jg, alhasil tu mamah Ifa mengerang kesakitan, tp ga bersuara (aku yg jd korban dekapan istri orang hehehehehehe....tp ga papa, smg meringankan rasa sakitmu, ceile.......)

Sesampai di klinik dgn selamat tanpa membawa lubang lg heheheehehe....langsung ditangani oleh bidan di klinik tersebut. Tak berselang lama, sudah mulai pembukaan (berapa yach, lupa....tp da mendekati lair dech....). Sayang sekali si misua dapat musibah, mobil yg ditumpanginya dr luar kota, bocor di tengah jalan, so tak memungkinkan tuk menemani proses persalinan. So, demi keselamatan semua, akhirnya persalinan dilanjutkan tanpa menanti beliau. Ehm.....ga da misua, ga ada ibunya yg menemani (ortu mamah Ifa tinggal di Cirebon sdg mertua org Palembang dan sdh tua....), yang ada hanyalah aku dan adik ipar yg cowok. Siapa yg menemaninya melewati masa2 krisis?......coba tebak, gampang kan?.....Yupz, org Djogdja itulah akhirnya yg terpilih......waduw.....ckckckckck...berdebar-debar....never imagine....
Masuk ke ruangan persalinan, krn klinik sederhana, jd tak terlalu mewah tu ruangan, sederhana kesan pertama yang ada.....

Persalinan dibantu oleh bidan senior, 1 asisten tu bidan dan 2 org adl para mahasiswa praktek. Tak bisa cerita disini tuk detailnya (tas sms-an ajah kl pengen tau heheheheehehe.....). Selama proses berlangsung, aku cuma bisa kasih support ajah, maklum ga da pengalaman, nikah belum apalagi melahirkan, kacian dech.....

Ppersalinan itu mengingatkan aku pada sapi yang melahirkan anaknya. Tu bayi tau2 keluar dgn sendirinya, stlh ada tekanan kuat dr si ibu, brul....keluar semua isi2 diperut. Ada air berwarna kuning, lapisan pembungkus ketuban, dan tentunya tu bayi mungil.....Alhamdulillah......cowok aku yg ganteng, sehat dan lengkap keluar jg dr persembunyiannya selama ini hehehehe....(iseng bangetz....).
Setelah dibersihkan, akhirnya dimasukannya tu bayi ke kotak berlampu ato nama laennya inkubator. Ehm,....aku mengamatinya dgn seksama, Palembang banget mukamu nak, mirip babenya....putih, sipit n mungil......

Itulah pengalaman pertamaku menemani proses persalinan, semoga bermanfaat di kemudian hari, loh......
 Tu cowok mungil sekarang sudah berusia 3 tahun kurang 2 bulan, dah pinter cerita dan di setiap kedatanganku selalu disambut dengan memanggil "tante", bersama kakaknya yg bernama Ifa. Dia biasa dipanggil dedek Dul ato Syamil Maulana Firdaus, nama pemberian yang indah dan mjd doa kedua orang tuanya......Amin...
Ehm, ini dulu dech belajarnya malam ini, kapan2 disambung lagi....
Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin saya ceritakan, tp selama ini cuma ada dlm memori otak.Semoga dgn adanya blok ini bisa mengasah kreatifitas....mohon  koreksi dan komentar, jika ada yng membacanya, huuuuuuuu....kacian dech.....




Syamil & Ifa; smackdown
syamil yg ganteng

Palembang.....

Inilah topik yang kusuka saat ini, perjalanan 3 tahun di tanah Sumatera bagian selatan, tak terasa. Mungkin kata-kata yang tersusun tak seindah blogger yg laen, tp itulah seni dr belajar....salah...salah...salah....dan salah....loh, kapan benernya yach?xixixixixi....

The Art of Learn, sebutanku....Belajar tidaklah mengenal waktu, yang penting adalah diawali, gitu kata org yg pinter-pinter tuh hehehehehehe......Belajar menulis bagi orang yang tidak suka membaca, menulis, mengungkapkan apa yang dialami, ingatan dan hapalan payah, ehm.....cucok dech, bagaikan pisau berkarat yang diasah, mgkn perlu waktu dibandingkan yg tidak berkarat. Masih mending dech, drpd tidak di asah sama sekali, ngeles.co hehehehehe.....


Palembang,.....
Merupakan ibukota dari 15 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.  Pusat pemerintahan, perekonomian, pendidikan, hiburan, dan lain-lain.  Tak heran kota ini cepat sekali menyerap perubahan atau bisa dikatakan pembaruan. Hal ini bisa dilihat dari trend gaya hidup sebagian besar masyarakat kota Palembang yang banyak berkiblat pada kota Jakarta. Maklum saja Palembang-Jakarta Cuma 45 menit dan dengan tiketLionAir  paling murah 260ribu saja, ehm...lumayan kan.

Pola hidup konsumtif merupakan ladang subur bagi yang berjiwa bisnis, tapi harus rada tegas, karena orang palembang senang dengan yang bayar beberapa kali alias kreditan hehehehehe.....Tapi inilah yang menjadikan para pedagang sukses, karena sekali kredit mereka tak tanggung-tanggung, bisa beberapa barang dan kadang bisa mengesampingkan beberapa hal yang penting.  Tapi ingat, RADA TEGAS (pake huruf gede biar jelas xixixixixixi....). 

Konon dapat cerita dari temen,  kalau orang Kayu Agung, kab. OKI, yang memiliki anak gadis dan akan menikah, maka orang tsb harus menyediakan sangu untuk berumahtangga, yakni isi dr rumah (kalau rumah biasanya dari pihak laki-laki). So, bisa kebayang kan isi rumah tu apa aja, ada tempat tidur, lemari,seperangkat  kursi tamu seperangkat alat dapur, de el el. Maka tak heran mereka banyak mencicil membeli jauh-jauh hari. Nah, peluang bisnis kan......

Belum lagi dengan mereka yang dari dusun (istilah utk org daerah selain kota palembang), ketika mereka menyempatkan datang ke palembang, ehm....barang apa aja dibeli, tak melihat harga lagi. Hal ini dikarenakan di daerah belum tentu mereka mendapati barang seperti itu, jikalau ada pastilah mahal. Maklum hasil dari berkebun mereka, cukuplah tuk menghidupi anak cucu bahkan sampai 7 turunan heheheehehehe....saking banyaknya.(.kalkulator otak berkhayal xixixixixixixi.......).

Lain orang dusun, lain pula orang kota.....Warga kota palembang sendiri, lebih banyak dihuni oleh pendatang dari daerah yang mengadu nasib ke kota. Sebagian besar adalah pedagang, dan pekerja di sektor-sektor swasta, seperti mall dan pasar-pasar. Tak heran jika banyak sekali dijumpai rumah sewa atau yang sering disebut bedeng (rumah kecil berkamar 2-3, terdiri dari kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi bersanding dapur). Memang hampir mirip dengan rumah minimalis, tapi lbh sederhana lagi atau RS...kelebihan S lagi...S lagi lagi dan lagi heheheheehehe.....  Dengan sewa berkisar 3-5 juta/tahun, sudah dapat  bedeng yang layak.  

Btw, menyinggung masalah layak tidak layak, sebagai perantau yg baru pertama kali merantau, pastilah akan merasa asing dgn bangunan maupun kebiasaan org Palembang ini. Ehm, bener juga, sebuah rekor  dan sempat mendapat julukuan kawan sekantor “cak kucing beranak” (seperti kucing beranak;red), dalam 3 tahun pindah kontrakan sebanyak 6 kali heheheheehehe.....

Nilam`s family at Punti Kayu Zoo
Yang pertama adalah numpang gratisan di rumah kawan di Pondok Palem Indah, Talang Kelapa, ehm....ujung dunia kusebut waktu pertama di Palembang, habis jauh banget kalo mo keluar dari komplek tuk sampai ke peradaban (kota:red) xixixixixi.... (makasih and maaf pada pasangan Nilam Ekasari and Mahyuddin, makasih atas kebaikan kalian berdua, may Allah preserve you).





Merasa ga pengen ngrepoti, kemudian beralasan pengen belajar ngekos, dengan dibantu oleh kawan sekantor, Erva Oaktriani, bergabung dengannya  sebuah kosan di lorong jl. Let. Yazid, depan RSU M. Hoesin. Kosan yang kelas anak kampus, sederhana tp nyaman, sebulan 500rb (patungan berdua), lumayan,,,,dapat kamar mandi dalam, jd mandi ga mandi ga da yg tau hehehehehehehe....Selama di kosan ini, aku sempat dimutasi ke tempat kerja yang baru dan berpisah dengan Erva, kawan naik bus bukit yang serba ngebut setiap pagi.  

Bertahan 3bulan, krn ditnggal Erva and kurang aman, akhirnya terdampar di lorong nan sempit, di sebelah perumahan polisi Sekip, sebelah Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK). Ehm, gara2 ditawari oleh sahabatku, Arif Dwi Setyo Haripamilu, tempat beliau ngekos waktu bujang dan yang punya adalah priyayi Jawa. Tapi emang dasar terbiasa tinggal di Jogja yang serba bersih and teratur, di tempat itu Cuma bertahan 2 bulan. Ckckckckckckckck...oalah nduk......

Akhirnya tergoda dengan tawaran kawan sekantor, mbk Pit ato Nurfitri, kata beliau ada kosan baru deket rumah. Tau ga, rumah beliau adalah di sebrang arah Plaju hehehehehehe.....tanpa mikir panjang, owkeyh sajah....karena sudah ga betah, waduh......Alhamdulillah selama di sini, sempat nyicip bawa motor kantor, motor berplat merah, wakkksssss.......tapi lumayan dech, jarak kosan ma kantor kan sekitar setengah jam tanpa macet, dan satu jam dngn antrian panjang..... Yupz, Komplek Permata Biru, kawasan perumahan elit di sebrang Ulu, mayoritas penduduk adalah para pensiunan Pertamina. Ehm, sampai sekarang beberapa penduduk msh mengingatku, mereka para tante2 dan om2 hehehehehe.....setidaknya pas nikahan mbk Pit kemaren, mereka manggil2 aku, wiuh.....senengnya diingat....xixixixixixi..... Bertahan rada lama dikosan ini, sekitar 6 bulah, ehm...rekor ye......

Niat berpindah kembali bergelayut, , terdamparlah di lorong Kawat, Palimo. Ehm, murah niy kosan, karena gaji harus dibagi dengan cicilan motor, lumayan dech....sebulan 250rb, bagi 2 dengn Ina, kawan yang kutemukan dalam sebuah pengajian. Kamar di lantai 2, rada luas dengan pemandangan berupa jendela nan lebar di satu sisi. Rejeki di malam hari berupa panas alias gerah, inilah rejeki kamar di lantai 2 hehehehehe....never off the fan. Rumah yang dikosakan, lebih tepatnya, berpenghuni 8 orang (termasuk pemilik 2 org), dengan kamar mandi Cuma 1, waakkkssss.....yupz, berbagi tiap pagi and sore, tidak hanya ruangannya saja, tapi air yang ada dalam bak satu2nya tersebut. Tak jarang kulit kadang gatal2, karena sering mandi air sisa2 penghabisan heheheheehehhehe..............

bergaya di depan kamar kosan yang ke-5
Bertahan sekitar 4 bulan, bew...lumayan lama dengan kondisi yang memprihatinkan, akhirnya bergarak dan mendarat sampai di kawasan Jl. Umar Said, sekitar depan SMU 3. Ehm....ga capek apa pindah2 terus?.....itulah pertanyaan yang sering terlontar dari kawan2ku. Sampai2 kawan yang sering bantuin pindahan, Bang Iwan....dan merupakan org yang pertama tau dimana kepindahanku selama ini, diapun juga berpendapat sama:idak capek apo?hehehehehehe....sambil nyengir, jawab aja sekenanya;belum, bang xixixiixixixiixixi.................Ehm, tempat baru suasana baru, dari dulu selalu ngekos sendirian, kini kosan ini dihuni oleh hampir 15 orang dengan 8 kamar. Dan akulah salah satu penghuni yang memutuskan sekamar sendiri, demi privacy. Bersama anak-anak seusia kulaih, menjadikanku serasa muda kembali, imut2 dan segar kembali hehehehehehehe....apaan sech?!?!. Mereka ramai, kompak, kebersamaan, dan sibuk ketika pagi hingga siang, begitu juga denganku hehehehehehehe.....giliran sore, tu depan kamar da ngngkring para bidadari yang ga turun2 dr kursi ampe magrib. Seru dech...ada si banyak omong dr Lahat Gita, si wise girl 
Lia dari Prabumulih, Ida yang punya koleksi cowok, dari Campang III OKUT; ada jg Chay yang selalu maen2 aja ma cowoknya yang setia, dia sedaerah ma Lia; oya Chay sekamar ma adeknya yang tomboi, si ....(lupa namanya xixixixixixi,,,,,,,); ada lagi Uni si pejuang mandiri dari Bayung Lincir Muba; ada Tika si gadis campuran jawa-bali, satu2nya nasrani di kosan; Pahai Al-Bulangi, nama yg aneh yash, tp emang se-aneh yg punya hehehehehehe.....dan itulah yg deket sekali, selainnya emang memiliki grup tersendiri. Mereka selalu taruhan, tiap yang masuk itu msh alim, tar dijamin lama2 akan terkontaminasi heheheheehehehe......dan ada yg emang berubah, tp tidak bagiku, mgkn krn pengaruh usia yach xixixixixixixi.....Sakit itu menjadikanku harus pindah lagi, yach....thypus selama 2 minggu, bahkan sempat nyicip kelas VIP RS Siti Khodijah 3 hari (bew....bangganya....?!?!?). Suasana tempat tinggal yang Cuma sekamar, dan beratap asbes, untuk ukuran Palembang yang panas, adalah bonus panas lagi yach....ditambah pola makanku yang tidak teratur, karena tak ada fasilitas dapur dan jauh tuk beli makan, inilah analisaku  sehingga sakit itu bisa menyerangku.

my bedeng at night; rumah Sabeni....
Yap, dapat ditebak yach.....cukup 8 bulan aku dikosan tuch.....hebat yach, rekor.com........Move again....Saat ini aku mengubah pilihan menjadi bedeng, supaya lebih luas, dan jika ada keluarga datang, bisa cukup tuk menampung. Lumayan dech, karena ada kawan sesama perantau yang mau bersama, Ulpha Andriyani gadis keturunan Padang dari Jakarta. Ehm, doaku inilah yang terkahir, alias ga pindah lagi hehehehhehe.............Tapi godaan amat banyak yach, mulai intern sampe maslah keamanan sekitar tempatku tinggal. Semenjak aku tinggal di sini, sudah terjadi 4 kali kehilangan dan di tempat yang bersebelahan. Ya Allah, lindungi kami, jauhkan dari semua ini.......
Mohon doanya yach....semoga ketika pindah adalah pindah karena alasan syar`i, loh....maksudnya?~!?!?!?!?!?!??.......................
Ini dulu yach, belajar nulisnya.....punggungku da pegel nich, maklum amatir, Cuma nulis kayak gini sampe berjam2 heheheehehehehehe.....Tuch ayam da berkokok, tanda saatnya sholat tahajud,,,,,
Palembang, feb 7th 2012; 00:50Wib



Rabu, 11 Januari 2012

3 tahun perjalananku....

Palembang....
Tak pernah terbayang bisa menjejakkan kaki di kota metropolitan ini, mengingat 3 tahun yang lalu tak pernah mendapat ijin keluar dari kota tercinta, Jogja....Begitulah setidaknya nasib sebagai anak bungsu.....
Sangat kontras dua kota ini, baik dari segi budaya, adat istiadat dan masyarakat. Ehm, shock sempat terjadi ketika di awal masa. Orang jogja terkenal sopan santun halus dalam bertutur kata (injih......), sedangkan orang Palembang  terkenal dengan watak keras dan apa adanya (galak payo....dak galak sudah...........). Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi.
Ehm, tapi waktu menjawabnya......semakin aku merindukan Jogja, bertambah pula kecintaanku pada kota keduaku Palembang.....bew....ciihuy......cit-cuit..............^_*...
Sifat yang selalu dibawa ketika di Jogja adalah penasaran terhadap hal-hal yang baru, dan hal ini terbawa hingga ke Palembang. Segala yang baru kucoba, pertama kali kuingat penasaran dengan makanan yang terkenal di Palembang yaitu model; barangkali saat itu aku berpendapat:"Apo dio makanan cak ini? Kalo bakso, koq encer niand, tapi koq berkuah mirip bakso".....but, lama2 enjoy juga hehehehehe.........Belum lagi dgn makanan yang laen, seperti pempek (selalu kangen jika ga makan, terutama pempek belah, ehm....mantaph...), tempoyak, tekwan, lenggang, laksan, etc. Belum lagi jika ketemu duren, wah....ga bisa nolak, gak akan berhenti jika belum habis.......Its all about Palembang`s foods.

Sifat penasaran lagi yakni pengen tahu beberapa tempat baru. Teringat waktu itu diajak sahabatku mengunjungi tempat kerjanya, yang notabene berada di daerah perairan ato di pinggir sungai Musi.
Untuk menjangkaunya digunakan alat transportasi air, semacam kapal bermesin yang dinamakan keteg. Cukup mahal untuk 1 keteg yakni 50 ribu, jika dikalikan pulang dan pergi dalam satu hari dan sebulan, mungkin tak cukuplah gaji PNS sahabatku itu. Ehm, tp yang tak terbayangkan olehku adalah seumur2 baru kali ini naik keteg/kapal kecuali di penyebrangan Merak-Bakauheni....ckckcckckckck....
Kondisi alam Jogja menjadikanku malas belajar berenang, dan sebuah kenekadan jika menaiki keteg tanpa kemampuan berenang, dan inilah juga yg terjadi dengan sahabatku tersebut, katanya:InsyaAllah ga apa2...Bagaikan syair sebuah lagu: Kiri kanan kulihat saja.....hutan, rumah panggung dan hutan lagi......
Seiring berjalannya waktu, Palembang sudah kujelajahi, sampai Kabupaten Kota sekitarnya bahkan yang jauh seperti Pagaralam, sudah kujejakkan kakiku. Tapi sepertinya mata dan pikiran sudah berkurang koneksinya karena larutnya malam dan dinginnya suasana berkat guyuran hujan sedari tadi.............Next will be continued...





Senin, 09 Januari 2012

Bergaya di sebuah jembatan kayu di atas curup lawang agung, kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Ehm, sebuah petualangan yang sangat mengesankan, terutama selama tinggal di Palembang......belum pernah menemukan tempat wisata alam se -keren ini. Next pengen buanget ke sana lagi. Semoga dimudahkan.....