Inilah topik yang kusuka saat
ini, perjalanan 3 tahun di tanah Sumatera bagian selatan, tak terasa. Mungkin
kata-kata yang tersusun tak seindah blogger yg laen, tp itulah seni dr
belajar....salah...salah...salah....dan salah....loh, kapan benernya
yach?xixixixixi....
The Art of Learn, sebutanku....Belajar tidaklah mengenal
waktu, yang penting adalah diawali, gitu kata org yg pinter-pinter tuh
hehehehehehe......Belajar menulis bagi orang yang tidak suka membaca, menulis,
mengungkapkan apa yang dialami, ingatan dan hapalan payah, ehm.....cucok dech,
bagaikan pisau berkarat yang diasah, mgkn perlu waktu dibandingkan yg tidak
berkarat. Masih mending dech, drpd tidak di asah sama sekali, ngeles.co
hehehehehe.....
Palembang,.....
Merupakan ibukota dari 15 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Pusat pemerintahan, perekonomian, pendidikan,
hiburan, dan lain-lain. Tak heran kota
ini cepat sekali menyerap perubahan atau bisa dikatakan pembaruan. Hal ini bisa
dilihat dari trend gaya hidup sebagian besar masyarakat kota Palembang yang banyak
berkiblat pada kota Jakarta. Maklum saja Palembang-Jakarta Cuma 45 menit dan
dengan tiketLionAir paling murah 260ribu
saja, ehm...lumayan kan.
Pola hidup konsumtif merupakan
ladang subur bagi yang berjiwa bisnis, tapi harus rada tegas, karena orang
palembang senang dengan yang bayar beberapa kali alias kreditan
hehehehehe.....Tapi inilah yang menjadikan para pedagang sukses, karena sekali
kredit mereka tak tanggung-tanggung, bisa beberapa barang dan kadang bisa
mengesampingkan beberapa hal yang penting.
Tapi ingat, RADA TEGAS (pake huruf gede biar jelas
xixixixixixi....).
Konon dapat cerita dari
temen, kalau orang Kayu Agung, kab. OKI,
yang memiliki anak gadis dan akan menikah, maka orang tsb harus menyediakan
sangu untuk berumahtangga, yakni isi dr rumah (kalau rumah biasanya dari pihak
laki-laki). So, bisa kebayang kan isi rumah tu apa aja, ada tempat tidur,
lemari,seperangkat kursi tamu
seperangkat alat dapur, de el el. Maka tak heran mereka banyak mencicil membeli
jauh-jauh hari. Nah, peluang bisnis kan......
Belum lagi dengan mereka yang
dari dusun (istilah utk org daerah selain kota palembang), ketika mereka
menyempatkan datang ke palembang, ehm....barang apa aja dibeli, tak melihat
harga lagi. Hal ini dikarenakan di daerah belum tentu mereka mendapati barang
seperti itu, jikalau ada pastilah mahal. Maklum hasil dari berkebun mereka,
cukuplah tuk menghidupi anak cucu bahkan sampai 7 turunan heheheehehehe....saking
banyaknya.(.kalkulator otak berkhayal xixixixixixixi.......).
Lain orang dusun, lain pula orang
kota.....Warga kota palembang sendiri, lebih banyak dihuni oleh pendatang dari
daerah yang mengadu nasib ke kota. Sebagian besar adalah pedagang, dan pekerja
di sektor-sektor swasta, seperti mall dan pasar-pasar. Tak heran jika banyak
sekali dijumpai rumah sewa atau yang sering disebut bedeng (rumah kecil
berkamar 2-3, terdiri dari kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi bersanding
dapur). Memang hampir mirip dengan rumah minimalis, tapi lbh sederhana lagi
atau RS...kelebihan S lagi...S lagi lagi dan lagi heheheheehehe..... Dengan sewa berkisar 3-5 juta/tahun, sudah
dapat bedeng yang layak.
Btw, menyinggung masalah layak
tidak layak, sebagai perantau yg baru pertama kali merantau, pastilah akan
merasa asing dgn bangunan maupun kebiasaan org Palembang ini. Ehm, bener juga,
sebuah rekor dan sempat mendapat
julukuan kawan sekantor “cak kucing beranak” (seperti kucing beranak;red),
dalam 3 tahun pindah kontrakan sebanyak 6 kali heheheheehehe.....
| Nilam`s family at Punti Kayu Zoo |
Yang pertama adalah numpang
gratisan di rumah kawan di Pondok Palem Indah, Talang Kelapa, ehm....ujung
dunia kusebut waktu pertama di Palembang, habis jauh banget kalo mo keluar dari
komplek tuk sampai ke peradaban (kota:red) xixixixixi.... (makasih and maaf
pada pasangan Nilam Ekasari and Mahyuddin, makasih atas kebaikan kalian berdua,
may Allah preserve you).
Merasa ga pengen ngrepoti,
kemudian beralasan pengen belajar ngekos, dengan dibantu oleh kawan sekantor,
Erva Oaktriani, bergabung dengannya sebuah kosan di lorong jl. Let. Yazid, depan
RSU M. Hoesin. Kosan yang kelas anak kampus, sederhana tp nyaman, sebulan 500rb
(patungan berdua), lumayan,,,,dapat kamar mandi dalam, jd mandi ga mandi ga da
yg tau hehehehehehehe....Selama di kosan ini, aku sempat dimutasi ke tempat
kerja yang baru dan berpisah dengan Erva, kawan naik bus bukit yang serba
ngebut setiap pagi.
Bertahan 3bulan, krn ditnggal
Erva and kurang aman, akhirnya terdampar di lorong nan sempit, di sebelah
perumahan polisi Sekip, sebelah Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK). Ehm,
gara2 ditawari oleh sahabatku, Arif Dwi Setyo Haripamilu, tempat beliau ngekos
waktu bujang dan yang punya adalah priyayi Jawa. Tapi emang dasar terbiasa
tinggal di Jogja yang serba bersih and teratur, di tempat itu Cuma bertahan 2
bulan. Ckckckckckckckck...oalah nduk......
Akhirnya tergoda dengan tawaran kawan sekantor,
mbk Pit ato Nurfitri, kata beliau ada kosan baru deket rumah. Tau ga, rumah
beliau adalah di sebrang arah Plaju hehehehehehe.....tanpa mikir panjang,
owkeyh sajah....karena sudah ga betah, waduh......Alhamdulillah selama di sini,
sempat nyicip bawa motor kantor, motor berplat merah, wakkksssss.......tapi
lumayan dech, jarak kosan ma kantor kan sekitar setengah jam tanpa macet, dan
satu jam dngn antrian panjang..... Yupz, Komplek Permata Biru, kawasan
perumahan elit di sebrang Ulu, mayoritas penduduk adalah para pensiunan
Pertamina. Ehm, sampai sekarang beberapa penduduk msh mengingatku, mereka para
tante2 dan om2 hehehehehe.....setidaknya pas nikahan mbk Pit kemaren, mereka
manggil2 aku, wiuh.....senengnya diingat....xixixixixixi..... Bertahan rada
lama dikosan ini, sekitar 6 bulah, ehm...rekor ye......
Niat berpindah kembali
bergelayut, , terdamparlah di lorong Kawat, Palimo. Ehm, murah niy kosan, karena
gaji harus dibagi dengan cicilan motor, lumayan dech....sebulan 250rb, bagi 2
dengn Ina, kawan yang kutemukan dalam sebuah pengajian. Kamar di lantai 2, rada
luas dengan pemandangan berupa jendela nan lebar di satu sisi. Rejeki di malam
hari berupa panas alias gerah, inilah rejeki kamar di lantai 2
hehehehehe....never off the fan. Rumah yang dikosakan, lebih tepatnya,
berpenghuni 8 orang (termasuk pemilik 2 org), dengan kamar mandi Cuma 1,
waakkkssss.....yupz, berbagi tiap pagi and sore, tidak hanya ruangannya saja,
tapi air yang ada dalam bak satu2nya tersebut. Tak jarang kulit kadang gatal2,
karena sering mandi air sisa2 penghabisan heheheheehehhehe..............
| bergaya di depan kamar kosan yang ke-5 |
Bertahan sekitar 4 bulan,
bew...lumayan lama dengan kondisi yang memprihatinkan, akhirnya bergarak dan
mendarat sampai di kawasan Jl. Umar Said, sekitar depan SMU 3. Ehm....ga capek
apa pindah2 terus?.....itulah pertanyaan yang sering terlontar dari kawan2ku. Sampai2
kawan yang sering bantuin pindahan, Bang Iwan....dan merupakan org yang pertama
tau dimana kepindahanku selama ini, diapun juga berpendapat sama:idak capek apo?hehehehehehe....sambil
nyengir, jawab aja sekenanya;belum, bang xixixiixixixiixixi.................Ehm,
tempat baru suasana baru, dari dulu selalu ngekos sendirian, kini kosan ini
dihuni oleh hampir 15 orang dengan 8 kamar. Dan akulah salah satu penghuni yang
memutuskan sekamar sendiri, demi privacy. Bersama anak-anak seusia kulaih,
menjadikanku serasa muda kembali, imut2 dan segar kembali
hehehehehehehe....apaan sech?!?!. Mereka ramai, kompak, kebersamaan, dan sibuk
ketika pagi hingga siang, begitu juga denganku hehehehehehehe.....giliran sore,
tu depan kamar da ngngkring para bidadari yang ga turun2 dr kursi ampe magrib. Seru
dech...ada si banyak omong dr Lahat Gita, si wise girl
Lia dari Prabumulih, Ida
yang punya koleksi cowok, dari Campang III OKUT; ada jg Chay yang selalu maen2
aja ma cowoknya yang setia, dia sedaerah ma Lia; oya Chay sekamar ma adeknya
yang tomboi, si ....(lupa namanya xixixixixixi,,,,,,,); ada lagi Uni si pejuang
mandiri dari Bayung Lincir Muba; ada Tika si gadis campuran jawa-bali, satu2nya
nasrani di kosan; Pahai Al-Bulangi, nama yg aneh yash, tp emang se-aneh yg
punya hehehehehehe.....dan itulah yg deket sekali, selainnya emang memiliki
grup tersendiri. Mereka selalu taruhan, tiap yang masuk itu msh alim, tar
dijamin lama2 akan terkontaminasi heheheheehehehe......dan ada yg emang
berubah, tp tidak bagiku, mgkn krn pengaruh usia yach xixixixixixixi.....Sakit
itu menjadikanku harus pindah lagi, yach....thypus selama 2 minggu, bahkan
sempat nyicip kelas VIP RS Siti Khodijah 3 hari (bew....bangganya....?!?!?). Suasana
tempat tinggal yang Cuma sekamar, dan beratap asbes, untuk ukuran Palembang
yang panas, adalah bonus panas lagi yach....ditambah pola makanku yang tidak
teratur, karena tak ada fasilitas dapur dan jauh tuk beli makan, inilah
analisaku sehingga sakit itu bisa
menyerangku.
| my bedeng at night; rumah Sabeni.... |
Yap, dapat ditebak yach.....cukup
8 bulan aku dikosan tuch.....hebat yach, rekor.com........Move again....Saat
ini aku mengubah pilihan menjadi bedeng, supaya lebih luas, dan jika ada
keluarga datang, bisa cukup tuk menampung. Lumayan dech, karena ada kawan
sesama perantau yang mau bersama, Ulpha Andriyani gadis keturunan Padang dari
Jakarta. Ehm, doaku inilah yang terkahir, alias ga pindah lagi
hehehehhehe.............Tapi godaan amat banyak yach, mulai intern sampe maslah
keamanan sekitar tempatku tinggal. Semenjak aku tinggal di sini, sudah terjadi
4 kali kehilangan dan di tempat yang bersebelahan. Ya Allah, lindungi kami,
jauhkan dari semua ini.......
Mohon doanya yach....semoga
ketika pindah adalah pindah karena alasan syar`i,
loh....maksudnya?~!?!?!?!?!?!??.......................
Ini dulu yach, belajar
nulisnya.....punggungku da pegel nich, maklum amatir, Cuma nulis kayak gini
sampe berjam2 heheheehehehehehe.....Tuch ayam da berkokok, tanda saatnya sholat
tahajud,,,,,
Palembang, feb 7th 2012; 00:50Wib

Tidak ada komentar:
Posting Komentar