Senin, 06 Februari 2012


Palembang.....

Inilah topik yang kusuka saat ini, perjalanan 3 tahun di tanah Sumatera bagian selatan, tak terasa. Mungkin kata-kata yang tersusun tak seindah blogger yg laen, tp itulah seni dr belajar....salah...salah...salah....dan salah....loh, kapan benernya yach?xixixixixi....

The Art of Learn, sebutanku....Belajar tidaklah mengenal waktu, yang penting adalah diawali, gitu kata org yg pinter-pinter tuh hehehehehehe......Belajar menulis bagi orang yang tidak suka membaca, menulis, mengungkapkan apa yang dialami, ingatan dan hapalan payah, ehm.....cucok dech, bagaikan pisau berkarat yang diasah, mgkn perlu waktu dibandingkan yg tidak berkarat. Masih mending dech, drpd tidak di asah sama sekali, ngeles.co hehehehehe.....


Palembang,.....
Merupakan ibukota dari 15 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.  Pusat pemerintahan, perekonomian, pendidikan, hiburan, dan lain-lain.  Tak heran kota ini cepat sekali menyerap perubahan atau bisa dikatakan pembaruan. Hal ini bisa dilihat dari trend gaya hidup sebagian besar masyarakat kota Palembang yang banyak berkiblat pada kota Jakarta. Maklum saja Palembang-Jakarta Cuma 45 menit dan dengan tiketLionAir  paling murah 260ribu saja, ehm...lumayan kan.

Pola hidup konsumtif merupakan ladang subur bagi yang berjiwa bisnis, tapi harus rada tegas, karena orang palembang senang dengan yang bayar beberapa kali alias kreditan hehehehehe.....Tapi inilah yang menjadikan para pedagang sukses, karena sekali kredit mereka tak tanggung-tanggung, bisa beberapa barang dan kadang bisa mengesampingkan beberapa hal yang penting.  Tapi ingat, RADA TEGAS (pake huruf gede biar jelas xixixixixixi....). 

Konon dapat cerita dari temen,  kalau orang Kayu Agung, kab. OKI, yang memiliki anak gadis dan akan menikah, maka orang tsb harus menyediakan sangu untuk berumahtangga, yakni isi dr rumah (kalau rumah biasanya dari pihak laki-laki). So, bisa kebayang kan isi rumah tu apa aja, ada tempat tidur, lemari,seperangkat  kursi tamu seperangkat alat dapur, de el el. Maka tak heran mereka banyak mencicil membeli jauh-jauh hari. Nah, peluang bisnis kan......

Belum lagi dengan mereka yang dari dusun (istilah utk org daerah selain kota palembang), ketika mereka menyempatkan datang ke palembang, ehm....barang apa aja dibeli, tak melihat harga lagi. Hal ini dikarenakan di daerah belum tentu mereka mendapati barang seperti itu, jikalau ada pastilah mahal. Maklum hasil dari berkebun mereka, cukuplah tuk menghidupi anak cucu bahkan sampai 7 turunan heheheehehehe....saking banyaknya.(.kalkulator otak berkhayal xixixixixixixi.......).

Lain orang dusun, lain pula orang kota.....Warga kota palembang sendiri, lebih banyak dihuni oleh pendatang dari daerah yang mengadu nasib ke kota. Sebagian besar adalah pedagang, dan pekerja di sektor-sektor swasta, seperti mall dan pasar-pasar. Tak heran jika banyak sekali dijumpai rumah sewa atau yang sering disebut bedeng (rumah kecil berkamar 2-3, terdiri dari kamar tidur, ruang tamu dan kamar mandi bersanding dapur). Memang hampir mirip dengan rumah minimalis, tapi lbh sederhana lagi atau RS...kelebihan S lagi...S lagi lagi dan lagi heheheheehehe.....  Dengan sewa berkisar 3-5 juta/tahun, sudah dapat  bedeng yang layak.  

Btw, menyinggung masalah layak tidak layak, sebagai perantau yg baru pertama kali merantau, pastilah akan merasa asing dgn bangunan maupun kebiasaan org Palembang ini. Ehm, bener juga, sebuah rekor  dan sempat mendapat julukuan kawan sekantor “cak kucing beranak” (seperti kucing beranak;red), dalam 3 tahun pindah kontrakan sebanyak 6 kali heheheheehehe.....

Nilam`s family at Punti Kayu Zoo
Yang pertama adalah numpang gratisan di rumah kawan di Pondok Palem Indah, Talang Kelapa, ehm....ujung dunia kusebut waktu pertama di Palembang, habis jauh banget kalo mo keluar dari komplek tuk sampai ke peradaban (kota:red) xixixixixi.... (makasih and maaf pada pasangan Nilam Ekasari and Mahyuddin, makasih atas kebaikan kalian berdua, may Allah preserve you).





Merasa ga pengen ngrepoti, kemudian beralasan pengen belajar ngekos, dengan dibantu oleh kawan sekantor, Erva Oaktriani, bergabung dengannya  sebuah kosan di lorong jl. Let. Yazid, depan RSU M. Hoesin. Kosan yang kelas anak kampus, sederhana tp nyaman, sebulan 500rb (patungan berdua), lumayan,,,,dapat kamar mandi dalam, jd mandi ga mandi ga da yg tau hehehehehehehe....Selama di kosan ini, aku sempat dimutasi ke tempat kerja yang baru dan berpisah dengan Erva, kawan naik bus bukit yang serba ngebut setiap pagi.  

Bertahan 3bulan, krn ditnggal Erva and kurang aman, akhirnya terdampar di lorong nan sempit, di sebelah perumahan polisi Sekip, sebelah Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK). Ehm, gara2 ditawari oleh sahabatku, Arif Dwi Setyo Haripamilu, tempat beliau ngekos waktu bujang dan yang punya adalah priyayi Jawa. Tapi emang dasar terbiasa tinggal di Jogja yang serba bersih and teratur, di tempat itu Cuma bertahan 2 bulan. Ckckckckckckckck...oalah nduk......

Akhirnya tergoda dengan tawaran kawan sekantor, mbk Pit ato Nurfitri, kata beliau ada kosan baru deket rumah. Tau ga, rumah beliau adalah di sebrang arah Plaju hehehehehehe.....tanpa mikir panjang, owkeyh sajah....karena sudah ga betah, waduh......Alhamdulillah selama di sini, sempat nyicip bawa motor kantor, motor berplat merah, wakkksssss.......tapi lumayan dech, jarak kosan ma kantor kan sekitar setengah jam tanpa macet, dan satu jam dngn antrian panjang..... Yupz, Komplek Permata Biru, kawasan perumahan elit di sebrang Ulu, mayoritas penduduk adalah para pensiunan Pertamina. Ehm, sampai sekarang beberapa penduduk msh mengingatku, mereka para tante2 dan om2 hehehehehe.....setidaknya pas nikahan mbk Pit kemaren, mereka manggil2 aku, wiuh.....senengnya diingat....xixixixixixi..... Bertahan rada lama dikosan ini, sekitar 6 bulah, ehm...rekor ye......

Niat berpindah kembali bergelayut, , terdamparlah di lorong Kawat, Palimo. Ehm, murah niy kosan, karena gaji harus dibagi dengan cicilan motor, lumayan dech....sebulan 250rb, bagi 2 dengn Ina, kawan yang kutemukan dalam sebuah pengajian. Kamar di lantai 2, rada luas dengan pemandangan berupa jendela nan lebar di satu sisi. Rejeki di malam hari berupa panas alias gerah, inilah rejeki kamar di lantai 2 hehehehehe....never off the fan. Rumah yang dikosakan, lebih tepatnya, berpenghuni 8 orang (termasuk pemilik 2 org), dengan kamar mandi Cuma 1, waakkkssss.....yupz, berbagi tiap pagi and sore, tidak hanya ruangannya saja, tapi air yang ada dalam bak satu2nya tersebut. Tak jarang kulit kadang gatal2, karena sering mandi air sisa2 penghabisan heheheheehehhehe..............

bergaya di depan kamar kosan yang ke-5
Bertahan sekitar 4 bulan, bew...lumayan lama dengan kondisi yang memprihatinkan, akhirnya bergarak dan mendarat sampai di kawasan Jl. Umar Said, sekitar depan SMU 3. Ehm....ga capek apa pindah2 terus?.....itulah pertanyaan yang sering terlontar dari kawan2ku. Sampai2 kawan yang sering bantuin pindahan, Bang Iwan....dan merupakan org yang pertama tau dimana kepindahanku selama ini, diapun juga berpendapat sama:idak capek apo?hehehehehehe....sambil nyengir, jawab aja sekenanya;belum, bang xixixiixixixiixixi.................Ehm, tempat baru suasana baru, dari dulu selalu ngekos sendirian, kini kosan ini dihuni oleh hampir 15 orang dengan 8 kamar. Dan akulah salah satu penghuni yang memutuskan sekamar sendiri, demi privacy. Bersama anak-anak seusia kulaih, menjadikanku serasa muda kembali, imut2 dan segar kembali hehehehehehehe....apaan sech?!?!. Mereka ramai, kompak, kebersamaan, dan sibuk ketika pagi hingga siang, begitu juga denganku hehehehehehehe.....giliran sore, tu depan kamar da ngngkring para bidadari yang ga turun2 dr kursi ampe magrib. Seru dech...ada si banyak omong dr Lahat Gita, si wise girl 
Lia dari Prabumulih, Ida yang punya koleksi cowok, dari Campang III OKUT; ada jg Chay yang selalu maen2 aja ma cowoknya yang setia, dia sedaerah ma Lia; oya Chay sekamar ma adeknya yang tomboi, si ....(lupa namanya xixixixixixi,,,,,,,); ada lagi Uni si pejuang mandiri dari Bayung Lincir Muba; ada Tika si gadis campuran jawa-bali, satu2nya nasrani di kosan; Pahai Al-Bulangi, nama yg aneh yash, tp emang se-aneh yg punya hehehehehehe.....dan itulah yg deket sekali, selainnya emang memiliki grup tersendiri. Mereka selalu taruhan, tiap yang masuk itu msh alim, tar dijamin lama2 akan terkontaminasi heheheheehehehe......dan ada yg emang berubah, tp tidak bagiku, mgkn krn pengaruh usia yach xixixixixixixi.....Sakit itu menjadikanku harus pindah lagi, yach....thypus selama 2 minggu, bahkan sempat nyicip kelas VIP RS Siti Khodijah 3 hari (bew....bangganya....?!?!?). Suasana tempat tinggal yang Cuma sekamar, dan beratap asbes, untuk ukuran Palembang yang panas, adalah bonus panas lagi yach....ditambah pola makanku yang tidak teratur, karena tak ada fasilitas dapur dan jauh tuk beli makan, inilah analisaku  sehingga sakit itu bisa menyerangku.

my bedeng at night; rumah Sabeni....
Yap, dapat ditebak yach.....cukup 8 bulan aku dikosan tuch.....hebat yach, rekor.com........Move again....Saat ini aku mengubah pilihan menjadi bedeng, supaya lebih luas, dan jika ada keluarga datang, bisa cukup tuk menampung. Lumayan dech, karena ada kawan sesama perantau yang mau bersama, Ulpha Andriyani gadis keturunan Padang dari Jakarta. Ehm, doaku inilah yang terkahir, alias ga pindah lagi hehehehhehe.............Tapi godaan amat banyak yach, mulai intern sampe maslah keamanan sekitar tempatku tinggal. Semenjak aku tinggal di sini, sudah terjadi 4 kali kehilangan dan di tempat yang bersebelahan. Ya Allah, lindungi kami, jauhkan dari semua ini.......
Mohon doanya yach....semoga ketika pindah adalah pindah karena alasan syar`i, loh....maksudnya?~!?!?!?!?!?!??.......................
Ini dulu yach, belajar nulisnya.....punggungku da pegel nich, maklum amatir, Cuma nulis kayak gini sampe berjam2 heheheehehehehehe.....Tuch ayam da berkokok, tanda saatnya sholat tahajud,,,,,
Palembang, feb 7th 2012; 00:50Wib



Tidak ada komentar:

Posting Komentar