Tak pernah terbayang bisa menjejakkan kaki di kota metropolitan ini, mengingat 3 tahun yang lalu tak pernah mendapat ijin keluar dari kota tercinta, Jogja....Begitulah setidaknya nasib sebagai anak bungsu.....
Sangat kontras dua kota ini, baik dari segi budaya, adat istiadat dan masyarakat. Ehm, shock sempat terjadi ketika di awal masa. Orang jogja terkenal sopan santun halus dalam bertutur kata (injih......), sedangkan orang Palembang terkenal dengan watak keras dan apa adanya (galak payo....dak galak sudah...........). Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk beradaptasi.Sifat yang selalu dibawa ketika di Jogja adalah penasaran terhadap hal-hal yang baru, dan hal ini terbawa hingga ke Palembang. Segala yang baru kucoba, pertama kali kuingat penasaran dengan makanan yang terkenal di Palembang yaitu model; barangkali saat itu aku berpendapat:"Apo dio makanan cak ini? Kalo bakso, koq encer niand, tapi koq berkuah mirip bakso".....but, lama2 enjoy juga hehehehehe.........Belum lagi dgn makanan yang laen, seperti pempek (selalu kangen jika ga makan, terutama pempek belah, ehm....mantaph...), tempoyak, tekwan, lenggang, laksan, etc. Belum lagi jika ketemu duren, wah....ga bisa nolak, gak akan berhenti jika belum habis.......Its all about Palembang`s foods.
Sifat penasaran lagi yakni pengen tahu beberapa tempat baru. Teringat waktu itu diajak sahabatku mengunjungi tempat kerjanya, yang notabene berada di daerah perairan ato di pinggir sungai Musi.
Untuk menjangkaunya digunakan alat transportasi air, semacam kapal bermesin yang dinamakan keteg. Cukup mahal untuk 1 keteg yakni 50 ribu, jika dikalikan pulang dan pergi dalam satu hari dan sebulan, mungkin tak cukuplah gaji PNS sahabatku itu. Ehm, tp yang tak terbayangkan olehku adalah seumur2 baru kali ini naik keteg/kapal kecuali di penyebrangan Merak-Bakauheni....ckckcckckckck....
Kondisi alam Jogja menjadikanku malas belajar berenang, dan sebuah kenekadan jika menaiki keteg tanpa kemampuan berenang, dan inilah juga yg terjadi dengan sahabatku tersebut, katanya:InsyaAllah ga apa2...Bagaikan syair sebuah lagu: Kiri kanan kulihat saja.....hutan, rumah panggung dan hutan lagi......
Seiring berjalannya waktu, Palembang sudah kujelajahi, sampai Kabupaten Kota sekitarnya bahkan yang jauh seperti Pagaralam, sudah kujejakkan kakiku. Tapi sepertinya mata dan pikiran sudah berkurang koneksinya karena larutnya malam dan dinginnya suasana berkat guyuran hujan sedari tadi.............Next will be continued...
muantapppppp...
BalasHapussukses ya dgn Blog nya,,,,
okay dech....
BalasHapusbeguyur ye, sambil menyelam minum aer....
tipe org yg dak suka mbaca, menulis, menghapal dan sejenisnya yg laen hehehehehe....
everybody learn....